Elektronika Analog
:
Elektronika analog ialah bidang
elektronika dimana sinyal listrik yang terlibat bersifat kontinue, sedangkan
komponen yang digunakan umumnya disebut komponen diskrit. Beda dengan elektronika digital
dimana sinyal listrik yang terlibat merupakan sinyal 0V atau 5 V (sinyal digital berlogika
0 atau 1).
1.
PENYEARAH
SETENGAH GELOMBANG.
1.1. Rangkaian Dasar
Pada
gambar 1. terlihat tampilan tegangan 220 V menggunakan AC dihubungkan
dengan transformator step down dan menghasilkan tegangan rendah. Pada sisi sekunder tranformator menghasilkan tegangan yang rendah.
Pada
rangkaian AC gambar 1. terlihat dioda menghantar setengah gelombang positif. Hal itu disebabkan selama selang waktu arah maju dioda tidak
melewatkan setengah gelombang negatif karena posisi arah tentang. Tipe
rangkaian di atas dikenal penyearah setengah gelombang karena hanya setengah
dari gelombang sinus dilewatkan, sedangkan setengah yang lainnya terpotong oleh
penyearah untuk ini Dioda dinyatakan ideal

Gambar 1.Unit Power suplay
Dioda
ideal resistansi nol bila keadaan arah maju dan tak terhingga bila arah
tentang. Dilain kesempatan tidak dikhawatirkan ada tegangan dan arus bocor.
Gelombang tegangan pada beban (VRL)
perhatikan gambar 18. dikatakan setengah
gelombang dari gelombang penyearah. Ini disebab hanya setengah dari gelombang
input yang mengalir pada beban,bila dioda arah maju. Setengah yang lainya dicegah oleh dioda sampai kepada beban sebab
arah tentang terhadap dioda, gelombang negatif yang terlihat dipotong oleh
dioda.

Gambar. 2. Gelombang yang dihasilkan oleh penyearah setengah gelombang.
Hilangnya
setengah bahagian sinus seperti ini sangat tidak efesien dari penggunaan autput
transformator. DC yang dihasilkan yang melintas pada beban
tidak mampu digunakan sebagai tenaga. Tenaga yang
dihasilkan agak mirip dengan arus searah yang dihasilkan baterai sumber tenaga.
Pilih penyearah gelombang sinus dengan output yang lebih halus outputnya!. Perhatikan lagi gambar 2. di atas, arus yang lewat pada dioda dan beban hanya setengah
dari gelombang positf input arah maju yang dilewatkan. Gelombang pada dioda
terlihat lebih kecil karena 0,6 volt terpotong untuk
konduktansi dioda saat arah maju. Selama masih menggunakan
rangkaian arah maju setengah gelombang negatif tetap terpotong.
1.2. Drop tegangan.
Untuk
menentukan tegangan rata-rata DC yang melewati beban resistor, terlebih dahulu
tegangan drop pada dioda harus dihitung. Untuk arus lebih besar tegangan yang drop arah maju
dapat mencapai 1 volt.
waktu

Gambar 3. Drop tegangan yang timbbul pada dioda.
Bila drop
tegangan pada dioda diperhitungkan, tegangan puncak ke puncak yang melewati
beban sedikit berkurang dibandingkan tegangan input. Perhatikan
gambar 3. berikut ini. Terlihat pada gambar
drop tegangan yang melintasi dioda silicon arah maju adalah 0,6
volt, sehingga tegangan yang melintasi beban 8.4 volt.
1.3.Hubungan VAC / VDC.
Bila
digunakan voltmeter DC untuk mengukur hasil penyearahan, yang terukur itu
adalah nilai rata-rata dari gelombang. Perhatkan gelombang pada beban
gambar 4, terlihat tegangan rata-rata kurang dari setengah gelombang.


Gambar 4. Tegangan rata-rata.
1.4.
Tegangan Puncak Lawan.
Tegangan
rata-rata untuk setengah gelombang, penyearahan gelombangnya dapat dihitung
dengan menggunakan rumus.

Veff
adalah tegangan yang terukur pada alat ukur multimeter. Untuk menentukan tegangan rata-rata dapat dilakukan dengan membuat
rangkaian seperti gambar 5. Tegangan yang terlihat 20 V maksudnya tegangan yang dihasilkan sumber.
Sedangkan tegangan puncak ke puncak yang dihasilkan sumber dibagi dengan 1,414 sama dengan Vrms.
Vrms
inilah yang selalu terukur pada tegangan sumber. Apabila tegangan efektif ini dibagi dengan p maka akan diperarel harga
rata-rata dari gelombang sinus yang telah disearahkan.

Gambar 5 Penyearah setengah gelombang
1.5. Perhitungan.
Dengan menggunakan rumus berikut ini dapat diketahui tegangan puncak gelombang yang dihasilkan oleh sumber.
( sumber
)

Vp ( sumber ) = 1.414 x
20
= 28,28 V
Jika drop tegangan pada dioda 0,6 V, dari tegangan puncak yang melintas pada beban
maka tegangan puncak Vp dikurangi 0,6 V.

Vp ( beban) = 28,28 - 0,6
= 27,68 V.
Sekarang dapat ditentukan tegangan rata-rata pada beban. Penentuan puncak gelombang pada beban dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebelumnya.
Vrata2=
(beban)
V rata2 (beban) = 0,318 x Vp (beban)
= 0,318 x 27,68
= 8,8 V
Tegangan 8,8 V adalah tegangan yang terukur dengan menggunakan voltmeter. Karena beban hanya resistor, harga puncak dan rata-rata arus akan mudah ditentukan dari puncak dan rata-rata tegangan. Besar arus yang mengalir sama karena rangkaian terhubung seri. Tinggi puncak pada dioda sama dengan puncak pada beban, rata-rata arus pada dioda sama dengan rata-rata arus pada beban.
dan

2.
Penyearah gelombang penuh dengan CT transformator.
2.1.
Rangkaian dasar.
Anda juga dapat membuat penyearah gelombang penuh dengan menggunakan CT (center tapped) transformator dengan menggunakan dua dioda seperti terlihat pada gambar 6. Pada rangkaian ini setiap dioda masing masing melewatkan setengah gelombang saling menyusul pada rangkaian listrik. Pada sisi sekunder transformator terlihat memiliki dua lilitan. Kedua lilitan tersebut salah satu ujungnya tersambung dan diberi tanda seperti pada gambar. Tanda titik hitam menandakan terminal positif dari terminal ini ditentukan gelombang positif pertama kali. Titik pertemuan CT dipakai bersama pada ragakaian.
2.2.
Polaritas.
Bila V1 dan V2 arah tegangan seperti terlihat gambar 6.a, D1 mengahantar saat itu D2 arah tentang. Bila input arah tentang , maka D2 menghantar dan D1 menjadi arah tentang seperti terlihat pada gambar 6.b.

Gambar 6. Penyearah gelombang penuh dengan Centre tapped (CT)
Gambar 7. Bentuk geombang penyearah gelombag penuh
dengan CT

2.3.
Hubungan VAC / VDC
Rangkaian pada gambar 6 lebih efisien bila dibanding rangkaian penyearah setengah gelombang, hal ini disebabkan dengan mengunakan CT transformator kekosongan pada penyearah setengah gelombang dapat terisi. Seperti diketahui sebelumnya dengan CT ini pada sisi sekunder ada dua sumber yang berfungsi. Hal ini akan membuat penyearahan lebih peraktis dan lebih murah. Arus dan tegangan yang mengalir pada beban bila dihitung mirip dengan penyearah setengah gelombang dan rangkaian penyearah gelombang
penuh dengan penggunakan sistim jembatan. Perbedaan tegangan sumber dengan tegangan pada beban dapat terlihat pada gambar 7 .
Pada rangkaian penyearah yang lalu, rangkaian langsung dihubungkan dengan power suplai dan banyak kehilangan arus, tapi sekarang dengan tipe ini arus yang dihasilkan kembali seperti semula. Dengan menggunakan penyearah gelombang penuh rangkaian sistim jembatan arus yang hilang dikarenakan sistim dapat dihilangkan. Untuk itu tentulah akan memilih penyearah yang lebih efektif.
2.4. Contoh perhitungan penyearah gelombang penuh dengan CT.
Dengan memperhatikan gambar 8 , tentukanlah:
§ puncak gelombang, dan rata-rata tegangan pada beban.
§ Puncak gelombang dan rata-rata arus pada dioda.
§ Puncak gelombang pada belitan sekunder.
Gambar 8. Gelombang penuh pada beban dengan penyearah CT


Puncak gelombang pada beban
Vp(beban) = 70,70 - 0,6 ( drop satu dioda)
= 70,10 V.
Jadi tegangan puncak yang ada pada beban dapat ditentukan dengan menggunakan rumus di atas.
Puncak gelombang arus.

Ip
=
= 1,75 A

V(rat. Beban) = 0,638 x 70,10
= 44,72 V
Disini dapat diketahui bahwa ekivalensi tegangan yang dihasilkan benar-benar 2 kali tegangan hasil penyerarah setengah gelombang.
Rumus tersebut bisa diturunkan dari :
VAVE (Gelombang penuh ) = 2 X VAVE ( Setengah gelombang )
(
Vp (
Beban )
=
Vp = 0,636 Vp

I rat. =
= 1.12 A.
3.
PENYEARAH
GELOMBANG PENUH SISTIM JEMBATAN.
3.1. Rangkaian Dasar.
Pada sumber AC dapat di digunakan penyearah dilihat dari bentuk gelombang yang dihasilkan output. Terlihat bahwa sistim ini berbeda dengan penyearah setengah gelombang.
Penyearah ini disebut penyearah gelombang penuh. Rangkaian pada gambar 9. dibuat dengan menggunakan empat buah dioda dengan membentuk sistim jembatan.
PenyearahJembatan menentukan polaritas arus mengalir berdasarkan gelombang sinus yang dapat melintasinya menuju beban. Keempat dioda dapat menjadi komponen yang tersembunyi dalam sebuah kemasan. Pembungkusan pengawatan adalah untuk menyederhanakan rangkaian. Pada gambar 9 terlihat symbol yang digunakan Empat penyearah (D1 hingga D4) masing-masing terhubung seperti penyearah jembatan gelombang penuh tersusun seperti gambar 9. Bahagian sekunder transformator digunakan penyearah jembatan.

3.2.Hubungan
VAC / VDC.
Berikut perhatikan aliran arus yang melalui rangkaian setengah gelombang positif dan negatif. Pada gambar 10 terlihat betapa sederhananya aliran arus yang melintasi rangkaian. Jika aliran arah maju melintasi D2 , terus ke beban dan selanjutnya D3 mendapat arah maju. Ketika setengah positif mengalir, berarti dua penyearah lainnya tidak bekerja karena mendapat polaritas arah tentang.

Gambar 10. Penyearah gelombang penuh
Gambar 10 a. terlihat D2 dan D3 bekerja dan arus melintasi beban. Bila gelombang sinus negatif, setelah melewatkan setengah gelombang, maka dua penyearah yang lain (D1 dan D4 ) mendapat polaritas arah maju dan menghantar arus terus ke beban melalui rangkaian dengan aliran arus yang benar. Lihat gambar 10 b hasil setengah gelombang digunakan oleh beban sebagai tenaga. Gambar 11 b pulsa melintasi D1 dan D4 melalui beban. Pulsa yang bepolaritas positif melintasi beban keduanya positif dan setengah negatif menjadi gelombang input.

Gambar 11. Aliran arus.
Oleh karena itu bentuk penyearah seperti ini disebut penyearah gelombang penuh. Bentuk gelombang yang dihasilkan oleh penyearahan ini telihat pada gambar 12 berikut.

Gambar 12. Bentuk gelombang tegangan hasil penyearah gelombang penuh.
3.3. Penyearah
Jembatan Gelombang Penuh Dibandingkan dengan penyearah Setengah Gelombang. (Perhitungan)
Aliran arus ke beban tidak hanya setengah dari lingkaran yang dihasilkan sumber namun keseluruhan. Oleh karena itu pada gambar 13 berikut terlihat tegangan rata dan arus yang melewati beban pada penyearah gelombang penuh dua kali dibandingkan dengan penyearah setengah gelombang.
Tegangan rata-rata.

dan Arus rata-rata


Gambar 13. Bentuk tegangan rata-rata penyearah gelombang penuh.
3.4. Pengukuran dan
pungujian.
Dipastikan pada dioda yang digunakan ada drop tegangan. Pada penyearah jembatan gelombang penuh tegangan akan berkurang pada beban dengan adanya drop 2 dioda didepan mengurangi puncak tegangan input. Gambar 13 terlihat jumlah bentuk gelombang yang melintas pada beban. Untuk mengetahui tegangan beban dan arus, mirip perhitungan dan persyaratannya pada penyearah setengah gelombang.

Gambar 14 . Drop tegangan yang disebabkan Dioda.
3.5. Contoh Percobaan / aplikasi

Gambar 15. Hubungan beban dengan peneyearah gelombang penuh.
Tentukanlah puncak dan rata-rata tegangan beban juga arus dari gambar 15, di asumsikan drop tegangan pada tiap dioda 0,7 V.
Puncak tegangan pada sisi sekunder.

Vp(sec) = 1,414 x 15
= 21,21 V
Vp(sec) adalah puncak tegangan pada sisi sekunder tranformator.
Puncak tegangan beban.
Puncak gelombang pada beban
Vp(beban) =
21,21 - 0,6 ( drop satu dioda)
= 20,61 V.
Jadi tegangan puncak yang ada pada beban dapat ditentukan dengan menggunkan rumus di atas.
Puncak gelombang arus.

RL = 200 Ohm
Ip
=
= 0,10305 A

V(rat. Beban) = 0,638 x 20,61
= 13,14918
V

RL = 200 Ohm
Irat. =![]()
= 0.06574 A.
4. Menggunakan Perangkat Uji
untuk Menyelidiki karateristik Pengoperasian Tipe-tipe Rangkaian Filter.
4.1.
Rangkaian Filter.
Telah diketahui berbeda rangkaian penyearah berbeda pula penggunaannya,
berbeda filter rangkaian berbeda pula penggunaanya. Tipe filter yang bagus adalah
tipe Pi terlihat pada gambar 16a. Rangkaian jenis ini biasanya
digunakan untuk arus yang lebih besar.
Pada peralatan sumber tenaga yang rendah, filter kapasitor tepasang
seperti gambar 16b sebagai bentuk lain. Jika dikehendaki
mempelajari power suplai arus yang lebih besar dapat dicari topik tersebut pada
pustaka.

Gambar 17. Penyearah setengah gelombang
degan filter dan beban. Gambar 16 Rangkaian filter

Kenapa kapasitor digunakan untuk filter?, pada bahagian ini kapasitor bernilai besar diparalel
dengan beban seperti terlihat pada gambar 17. efeknya
sebagai filter adalah menghasilkan pulsa DC yang lebih mulus. Kapasitor selalu menjaga tegangan konstan pada ke dua platnya.
Suatu hal yang mesti diingat kapasitor sangat peka dengan
perubahan tegangan.
4.2.
Operasi penghalusan
Semakin
besar nilai kapasitor semakin besar pula muatan yang dimilikinya ( ingat Q=CV). Oleh
karena itu ketika pulsa penyearah positif, kapasitor memiliki muatan yang sama dengan beban. Kapasitor itu mencegah
tegangan beban turun ke nol. Upaya penghalusan pulsa oleh kapasitor memberikan
muatan antara pulsa pada penyearah.
Bentuk
gelombang yang telah di filter terlihat garis putus-putus
gambar 18. Garis hitam
dirobah dari garis putus-putus adalah bentuk gelombang yang dihasilkan yang
telah dihaluskan oleh kapasitor. Terlihat jauh lebih
bagus dari gelombang sebelumnya.
Bentuk
gelombang Setelah
difilter Bentuk gelombang yang
tidak difilter
waktu Pengosongan kapasitor Kapasitor
mengisi penuh T1 Pengisian awal
kapasitor
Vpuncak Kapasitor Mengisi penuh Pengosongan
kapasitor
T4
T3
T5
T2

Gambar 18. Bentuk gelombang pada beban
dengan penyearah setengah gelombang Dengan filter.
Lihat
gambar 18, akan terlihat seperempat gelombang positif
dari penyearah gelombang tegangan (selang waktu T1) pengisian gelombang
tegangan bersamaan puncak tegangan penyearah. Pengisian kapasitor dengan
tahanan yang rendah sama dengan dioda itu sendiri. T1,
T3, dan T5 adalah masa pengisian, namun T3 dan selanjutnya waktu yang
diperlukan lebih pendek. T2 ,T4 adalah masa
pengosongan . Suatu hal yang harus dipertimbangkan, dioda harus hati-hati
menukarnya juga arus kejut pengisian saat T1 harus sesuai dengan kemampuan
dioda. Dioda IN 4004 rata-rata arus kejutannya 1 A dan I FSM
30 A .
4.3.
Pengisian dan pengusongan kapasitor.
Pada gambar 18 terlihat pengosongan kapasitor kepada beban selama
periode T2. Pengosongan kapasitor berlansung pelan dengan waktu yang tetap.
Untuk beban yang besar diperlukan diperlukan kemampuan
kapasitor yang besar pula. Nilai kapasitor yang
diperlukan ribuan atau puluh ribuan microfarat. Lalu bagai mana upaya
kita untuk memperhalus punggung gelombang, mudah dengan menggunakan kapasitor dengan
nilai dan tipe antara 1000
F hingga 4700
F setelah rangkaian penyearah.
4.4.
Penapis RC dan LC.
Riak puncak ke puncak 10 persen dari tegangan beban beban ideal dapat
diterima (riak lebih besar atau lebih kecil dari pada 10 persen tergantung
rancangan).
Sebelum tahun 1970 –an penapis penapis pasif
diselipkan diantara kapasitor penapis dan beban untuk mengurangi riak sampai
kurang 10 persen. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan tegangan DC yang hampir
sempurna, sama dengan yang diperoleh dari batere.
4.4.1.
Penapis RC
Gambar 19a. menunjukkan dua penapis RC di antara kapasitor
masukan dan tahanan beban. Dengan rancangan yang seksama,
pada frekuensi riak, R jauh lebih besar dari pada Xc. Sehingga tegangan riak
menurun melintas tahanan seri dan bukan melintas tahanan beban. Lazimnya
R paling tidak 10 kali nilai Xc, artinya setiap bagian
meredam (mengurangi) riak dengan unsur paling sedikit 10 kali. Kekurangan utama
dari penapis RC adalah hilangnya tegangan dc melintas setiap R. Ini artinya
bahwa penapis RC hanya cocok untuk beban-beban ringan ( arus
beban yang kecil atau resistansi beban yang besar)

Gambar 19. (a) RC filter (b) LC filter.
4.4.2
Penapis LC.
Bila arus beban besar, penapis LC pada gambar 19b merupakan susunan yang
lebih baik digunakan dari pada penapis RC. Tujuannya adalah
menurunkan riak tegangan melintas bagian seri dalam hal ini adalah induktor.
Ini diselesaikan membuat XL jauh lebih besar dari
pada XC pada frekuensi riak. Dengan cara
ini, riak ini dapat amat jauh dikurangi. Lagi pula
tegangan
jatuh dc melintas induktor jauh lebih kecil karena hanya resistansi belitannya
saja yang terlibat. Penapis LC pernah cukup terkenal,
sekarang tidak dipakai lagi dalam catu daya yang lazim karena ukuran induktor
yang besar dan harganya yang mahal. Untuk catu daya
yang rendah, penapis LC telah diganti oleh pengatur tegangan IC, yaitu
penapis aktif yang mengurangi riak dan menjaga agar tegangan DC akhirnya tetap.
5.
Regulator Zener.
5.1.
Karateristik dioda zener.
Dioda zener juga dioda silikon tapi dibuat khusus penggunaannya pada
power suplai DC. Seperti telah dipelajari sebelumnya dioda silicon memiliki lengkungan
yang sepeti tumit pada
arus
patahnya. Tegangan arah tentang pada dioda yang dinaikkan tegangannya biasanya
dilewati arus yang kecil tapi kemudian pada titik tentu arus mendadak membelok
tajam bila
dibandingkan tegangan. Daerah
lengkungan menunjukkan batas akhir tahanan yang dimiliki dioda. Dioda
biasa seprti dioda 1N4004 akan rusak, bagaimanapun
juga diketahui ada dioda yang di rancang untuk dibuat digunakan dengan
karateristik patah arah tentang. Benda itu dikenal dengan
dioda Zener. Contoh
tipe karateristik dioda zener dapat dilihat gambar 20. dan dioda zener dibuat arah maju.

Gambar 20. Kurva
karateristik dioda zener.
Seperti gambar di atas dioda zener memiliki persamaan ketika arah maju
tapi karateristiknya berubah ketika arah tentang. Kurva karateristik dioda zener
arah tentang tajam
seperti tumit hal ini tejadi pada tegangan dioda zener. Pada titik ini arus
bergerak melalui dioda zener tapi tegangan yang melintasi dioda (Vz) tetap.
Tegangan (Vz) adalah tegangan arah tentang, yang penggunaannya
berfariasi dari 3V hingga 100V disesuaikan dengan data peralatan. Jika hendak
membeli dioda zener harus diketahui pada tegangan dan daya berapa alat yang
mengunakannya.
5.1.2.
Bagaimana zener bekerja.
Bila
tegangan arah tentang sama dengan tegangan zener
adalah tegangan yang digunakan peralatan maka akan melewatkan arus (Iz). Untuk
dioda zener tegangan dibawah 5V kondisi arah tentang electron akan berkumpul pada sisi arah luar. Kondisi
seperti ini disebut efek zener. Dengan doping yang
lebih banyak dapat ditentukan kemampunnya. Dapat dilewati arus tiba-tiba dan data tegangan itu disebut
dengan tegangan zener (Vz). Untuk dioda
zener
diatas 5V arus arah tentang diproduksi dengan bahan yang seimbang. Untuk
mempelajari dioda dapat dengan memperdalam pengetahuan tetang pisika,hal itu memadai untuk mengetahui karateristik dan sifat
rangkaian dioda.
Gambar 21. Simbol Dioda Zener
5.1.3.Simbul doda zener

Simbol dioda zener pada rangkaian
diperlihatkan sepreti gambar 21 keduanya symbol standar dioda yang mirip
kecuali bagian katoda digambar berbeda.
5.2.
Rangkaian regulator shunt.
Bila
power supply menggunakan dioda zener pada perencanaan, fariasi kemampuan
seperti pengaturan input dan arus pada beban harus menjadi suatu pertimbangan.
Harus diyakini zener
yang dipilih sesuai dengan batas tegangan kerjanya dan karateristik pengaturan
yang diperlukan untuk pemeliharaan. Dan harus diyakini dioda
dapat bekerja pada arus yang telah ditentukan. Bagaimanapun
juga pemilihan zener yang tepat untuk rangkaian regulator sesuai dengan
penggunaanya, itu penting dihitung pasti tegangan dan arusnya. Menghitung resistor yang terhubung seri untuk mengetahui data arus
yang terhubung paralel denga zener.
Harus juga diperhatikan arus yang mengalir pada zener
sekalipun hanya beberapa miliampere untuk pemeliharaan zener. Mepertimbangkan gambar ragkaian 22, arus yang begerak dari suplai
ke resistor terbagi dua bagian. Iz arus yang mengalir
ke zener dan IL
arus maksimum yang melewati beban.
Jika diketahui tegangan sumber (Vs) ke rangkaian,
tegangan itu juga terbagi ke beban dan ke dioda zener.
Dilain
praktek menggunakan
hukum ohm untuk mengetahui tegangan dan arus yang mengalir ke
beban. Drop tegangan V(Rs) berbeda dengan tegangan
sumber dan tegangan pada zener. Arus yang mengalir pada
resistor adalah penjumlahan arus yang mengalir melalui zener dan beban (IL + I z).
Gamabr
22 Regulator
shunt dioda zener.

Berikut buatlah rangkaian praktek untuk
menentukan parameter berikut:
tegangan pada Rs (VRS)
tegangan pada RL (VRL)
Arus melewati Rs
(I RS)
Arus melewati RL (I RL)
Arus yang melewati Zener gambar
22.
Perhatikan tegangan yang ada pada Rs (VRS) berbeda dengan tegangan input dan tegangan zener. Pengurangan tegangan imput dengan tegangan zener diketahui V RS.


5.2.1.Tegangan yang melintasi RL
(VRL)
Tegangan dioda zener parallel dengan beban untuk mengetahui tegangan (VRL) mudah yaitu sama dengan dioda zener.

![]()
5.2.2.
Arus yang mengalir RS
(I RS).
Aarus tahanan seri (I RS) dengan menggunakan hokum ohm dapat diperoleh tegangan yang mengalir pada RS dibagi dengan tahanan RS:


5.2.3. Arus yang melintasi RL ( I RL).
Arus yang mengalir pada beban (IRL) dapat diketahui dengan membagi tegangan dengan tahanan beban.


5.2.4. Arus yang melewati Zener. (IZ)
Arus pada zener (IZ) dapat ditentukan dengan arus yang mengalir pada RS dikurangi dengan arus yang mengalir pada beba (RL):


Dari beberapa contoh dapat terlihat hubungan yang penting pada rangkaian diantaranya adalah:

5.3. Spesifikasi
regulator.
Untuk keperluan pengaturan tegangan digunakan digunakan pendekatan pemampuan data komponen yang digunakan. Berdasarkan kemampuan output yang diperlukan dapat dihitung batas toleransi komponen yang dapat diterima pada rangkaian yang digunakan. Tujuan utama pengaturan adalah menyuplai tegangan konstan sehingga bekerja pada tegangan kerja yang dikendaki. Dioda zener yang digunakan spesifikasinya disesuaikan dengan data beban yang harus diatur tegangannya. Besar kecilnya nilai reistor depan yang yang
digunakan menentukan jumlah arus yang mengalir pada beban. Selain itu kapasitas dari kapasitor sangat mentukan halusnya riak pemukaan tegangan yang sedang di searahkan. Apabila fungsi pengaturan dioda zener bekerja efektif maka beban yang digunakan akan bekerja efektif.
5.4. Regulasi
line/load.
Pengaturan fasa diperlukan untuk penyesuaian tegangan yang diperlukan oleh rangkaian, sehingga rangakaian penyearah dapat digunakan sesuai dengan tegangan output yang dibutuhkan. Tegangan yang dihasilkan berfariasi, yang pengaturannya ada yang menggunkan dekade resistor dan patensiometer. Selain itu dapat dengan menggunakan autotransformator pada sumber penyearah.
5.5. kalkulasi resistor seri.
`Gambar 23. dapat dijadikan contoh rangkaian yang digunakan untuk mengetahui tegangan yang diterima oleh beban. Resistor Rs dipasang seri terhadap zener dan beban, juga ketiga komponen itu terhubung parallel dengan filter C1. Apabila Rs diganti dengan tahanan 150 ohm, 330 ohm, maka nilai tegangan yang pada beban akan lebih kecil, demikian juga arusnya. Tegangan dan arus yang ada pada beban konstan.
Gambar 23. Gambar rangkaian dioda zener yang dapat diatur outputnya.
5.6. Aplikasi.

Setiap peralatan elektronika selalu memerlukan tegangan yang tetap. Bahkan alat tertentu sangat sensitif terhadap perubahan tegangan sehingga diperlukan power suply yang dilengakapi regulator. Apabila tegangan yang input lebih kecil dari tegangan nominal, maka peralatan akan terganggu dan kemampuan kerjanya akan dibawah nominal. Sedangkan kalau tegangan melebihi tegangan kerja maka peralatan akan rusak.
Dengan adanya regulator peralatan yang menggunakan power suply tersebut dapat bekerja normal.
6. Regulator tiga terminal.
Gambar 24. Tipe
kemasan regulator tegangan.
6.1. Karateristik dan spesifikasi.

Integrated circuit (IC) regulator umumnya dikenal dengan dengan tiga
terminal regulator. Karena memiliki tiga kaki
peralatan ini diberi nama Regulator tiga
terminal.
Gambar 25. Berbeda jenis, berbeda penyambungan.

Berbeda regulatornya berbeda pula spesifikasinya, karena berbeda tegangan outputnya berbeda pula arus outputnya. Kemasannya sama tapi nomor serinya berbeda.
Penyambungan harus sesuai dengan dengan manualnya, bila tidak dapat rusak. Selanjutnya perhatikan gambar 25. berikut.
6.2. Diagram sambungan.
Gambar 26. terlihat TO-220 bentuk tampilan dengan simbol rangkaian regulator tiga terminal. Terlihat contoh komponen yang digunakan di bawah apabila disambungkan dalam rangkaian. Terminal 1 dihubungkan dengan input, terminal 2 ke common dan tiga ke output.

Gambar 26. Regulator tiga terminal dan symbol rangkaian.